Text

Seo Hayul

Born: December 2nd, 2006
Nationality: Korean
Gender: Female
Race: Vampire
Sexuality: Heterosexual
School: Salesian Boarding School
Class: Year 2
Height: 167 cm
Faceclaim: Haerin NEWJEANS
═════════════════Ability
- Prognosticator: Hayul memiliki kemampuan untuk melihat masa depan, baik itu objek maupun peristiwa yang belum pernah terjadi. Kemampuan ini mulanya hanya dapat digunakan untuk melihat masa depannya sendiri. Bahkan ia dapat melihat masa depan orang lain dan prediksinya lebih akurat, seperti mengetahui tanggal, bulan, tahun, bahkan menit dimana peristiwa itu akan terjadi.
- ***Signal Conveyer ***: Pengelihatan Hayul berasal dari mimpi dan dia mampu mengirim sinyal kepada orang lain agar dapat mengetahui apa yang dilihat olehnya melalui mimpi. Kini ia dapat mengirim sinyal berupa gelombang suara untuk menyampaikan pesan kepada orang yang dilihat masa depannya.
- Future Preventer: Hayul dapat memanipulasi gambaran terkait masa depan seseorang dengan memodifikasi sinyal yang dikirimkan kepada orang tersebut. Ia juga dapat mencegah terjadinya insiden buruk di masa depan dengan memanfaatkan pengelihatan yang ada.
═════════════════PersonalityHayul merupakan salah satu vampir termuda yang menetap di panti bersama dengan keenam vampir lain. Dia selalu berupaya melakukan berbagai macam cara untuk merebut atensi mereka, tak jarang gadis itu berbuat usil atau menyebabkan kegaduhan. Contohnya seperti menyembunyikan barang milik anak lain atau tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak dan tidak ada seorang pun yang dapat menemukan keberadaannya.Energi yang dimiliki dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan yang lain. Tubuhnya tidak dapat diam walau hanya sesaat, begitu jua dengan celotehan yang sudah sepanjang rel kereta api. Jangan harap dia berhenti sebelum benar-benar ingin berhenti. Hayul punya segudang cerita karangan dan setiap hari pasti ada saja kejadian yang diceritakan kepada anak lain.Penggambaran dari sosok yang hidup dalam dunia imaji. Dia senang berkhayal, membayangkan seperti apa dunia luar yang terdapat pada narasi dalam buku-buku bacaan. Rasa penasarannya sangat tinggi, tak jarang menyuarakan pertanyaan di luar nalar secara bertubi-tubi. Jika merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan, dia akan bertanya kepada anak lain sampai mendapatkan jawaban yang sesuai.Hayul tidak memiliki rasa takut, bahkan berani untuk melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri demi kepentingan bersama. Kakaknya dan Ji senantiasa menjadi tameng bagi gadis itu, walau dia senantiasa berpura-pura baik-baik saja karena tidak ingin mereka terluka demi melindunginya.═════════════════

Background StoryKuncup bunga daffodil merekah di pekarangan baluarti megah yang sejatinya menjadi tempat hunian bagi sekelompok anak dan dijaga ketat oleh dua orang kepercayaan. Tumbuh pada saat musim semi, bunga daffodil ialah perlambang sebuah permulaan baru atau simbol dimana seseorang terlahir kembali. Mekarnya bunga daffodil menciptakan kobaran asa dalam jiwa puan penyandang nama Hayul, sedang musim semi menjadi musim yang paling dinanti olehnya."Teman-teman!"
"Tahu tidak?"
"Aku melihat kuncup bunga daffodil bermekaran!"
Senyuman mengembang pada iras hingga menyilaukan pasang mata yang melihat. Perkataan itu terlontar kala sang puan sedang berkumpul bersama anak-anak lain di ruang tengah. Belum selesai sampai di sana, ia kembali melanjutkan ocehan tentang bagaimana bunga-bunga itu memanjakan indera pengelihatan dan membuat suasana pada hunian mereka terasa jauh lebih hidup."Aku juga memetik beberapa tangkai untuk menjadi hiasan di kamarku!"Kuasa Hayul terangkat, memamerkan rampai bunga daffodil yang baru saja ia petik kepada anak lain. Sejujurnya, tidak ada yang spesial dari bunga-bunga itu. Hanya karena memiliki warna yang cerah, perpaduan antara kuning, putih, dan jingga, menjadikannya tampak lebih memikat.Sangat disayangkan, hari-hari yang dijalani Hayul tidak seindah rumpun bunga tersebut. Ada kala dimana kehidupannya terasa begitu hampa akibat terkurung di dalam bangunan dimana ia menghabiskan sisa waktunya. Tidak terdapat akses untuk keluar musabab bangunan itu dikelilingi oleh dinding pembatas yang tinggi dan kokoh. Hanya ada sedikit informasi tentang marabahaya yang tengah merajalela di luar sana dan mereka dipaksa untuk mempercayainya.Meski demikian, Hayul bukanlah sosok yang memilih untuk menyerah. Isi kepala dan tubuhnya tak pernah bisa diam, ia kerap merenungkan dan mempertanyakan seperti apa masa lalunya atau bagaimana kehidupan di luar sana. Hayul selalu tertarik dengan hal-hal baru, dalam satu hari ia dapat menuntaskan beberapa kegiatan sekaligus, seperti membaca, melukis, bermain musik, bercocok tanam, atau sekadar membantu membersihkan hunian. Selain itu, kegiatan yang tak luput dari perhatiannya adalah menjahili anak lain, terlebih Hajun yang kerap menjadi sasaran empuk.Hajun merupakan salah satu alasan yang membuat Hayul dapat bertahan sejauh ini. Jarak usia yang terpaut cukup jauh membuat dirinya dapat memberikan kepercayaan penuh kepada sang adam. Hayul sangat menyayangi Hajun yang notabene adalah kakaknya dan tidak ingin membuat laki-laki itu khawatir berlebih, kendati kenyataan justru berkata lain. Sudah berulang kali Hayul bertindak di luar nalar dengan bersembunyi selama beberapa hari sebagai salah satu cara untuk menarik perhatian anak-anak lain dan para penjaga, tak jarang pula dirinya secara tak sengaja merusak properti, serta berusaha membobol dinding pembatas di sekeliling area dimana mereka terkurung menggunakan sebuah palu hanya karena ingin mengintip suasana di luar sana.Gudang merupakan tempat persembunyian utama Hayul, di sana terdapat banyak sekali harta karun yang tertimbun, mulai dari barang-barang antik, perkakas, dan lembaran usang yang tak lagi dapat terbaca. Kotak musik menjadi salah satu yang paling disukai, beberapa kali ia memberikan barang hasil temuannya kepada Yuwol, Jina, Hwarang, dan Seungheon.Beralih pada tempat persembunyian kedua, yaitu di bawah pohon rindang yang akarnya menonjol, membentuk terowongan kecil yang dapat ditempati dua orang. Sebetulnya masih ada beberapa tempat persembunyian lagi yang belum disebutkan. Mungkin hanya akan menjadi rahasia pribadi Hayul untuk sekarang dan seterusnya hingga mereka berhasil keluar dari sana.Kehidupan tenteram yang acap kali dielu-elukan justru menjadi semakin muram ketika kabar mengenai Jina yang ditemukan tewas dengan kepala yang terpisah dari tubuh terkuak. Informasi ini tentu saja tidak dapat diterima oleh nalar Hayul yang tidak pernah sekali pun mengecap pahitnya kematian. Malam itu, entah mengapa, Hayul kembali mengingat mimpi buruk yang beberapa waktu lalu menghantui dirinya.Gambaran samar tentang pembunuhan Jina berputar terus-menerus selayak kaset rusak. Keringat bercucuran di pelipis Hayul, pun sekujur tubuh gadis itu bergetar ringan. Seketika ia merasa mual dan tidak mampu berpikir jernih. Kenapa mimpiku berubah menjadi kenyataan? Hayul meyakini dengan pasti bahwa semua ini hanyalah kebetulan, walau kata hati terus saja memberontak dan mencercanya dengan membabi-buta.Bungkam merupakan satu-satunya cara yang dilakukan Hayul hingga semua anak membulatkan tekad untuk kabur dari hunian tersebut. Percobaan berulang diupayakan sampai pada akhirnya mereka berhasil lolos dari cengkeraman para penjaga. Hayul beserta anak-anak lain tidak mengetahui apa yang menanti mereka di depan sana, mereka hanya terus berjalan tanpa tahu arah dan tujuan.Setibanya di kota terdekat, Hayul dapat mencium aroma pekat yang membuat jantungnya berdetak dengan kencang dan kerongkongan terasa panas. Netra sang puan berkelana mencari datangnya sumber dari aroma tersebut. Insting berburu hampir saja aktif kala dalang dari ketidaknyamanan ini berada tepat di hadapannya. Anak-anak lain telah berpencar entah kemana, hanya tersisa gadis itu seorang, berdiam diri, memutar otak untuk mencari cara agar dapat kabur dari jerat.Dalam hitungan sekon, Hayul dapat merasakan tubuhnya disengat. Tidak hanya itu saja, pandangan gadis tersebut berubah menjadi gelap. Tanpa bisa melawan, ia diseret masuk ke dalam kendaraan secara paksa dan dibawa menuju sebuah laboratorium penelitian. Ketakutan yang dirasakan oleh Hayul di sepanjang perjalanan benar-benar berbuah nyata. Tidak ada yang sanggup membayangkan kehidupan 'baru' seperti apa yang ia jalani kala itu, sampai akhirnya pemuda paruh baya bernama Na Jungmin menyelamatkan dirinya dan anak-anak lain. Mereka diberi fasilitas lengkap dan disekolahkan di tempat bertaraf internasional, Salesian Boarding School.═════════════════Facts
1. Sebelum ingatannya dihapus, Hayul hidup di tengah keluarga yang harmonis. Mereka termasuk ke dalam kelompok keluarga terpandang karena ayahnya bekerja secara langsung di bawah Raja II, yaitu sebagai penasihat kerajaan.
2. Hayul adalah anak bungsu dari Lee Jongil dan Cho Saebyul, memiliki seorang kakak laki-laki bernama Hajun.
3. Marga 'Seo' yang tersemat pada namanya merupakan marga baru setelah ingatannya dihapus.
4. Senang bercerita, menulis karangan atau puisi, dan membaca.
5. Dikarenakan rasa penasarannya sangat tinggi, Hayul selalu berada di barisan paling depan ketika mendapati sesuatu yang unik atau aneh di matanya. Dia sama sekali tidak takut untuk mencoba, menyentuh, dan mencari tahu hingga ke seluk-beluknya.

Bae Sunhwa

Born: April 30th, 2007
Nationality: Korean
Gender: Female
Race: Human
School: Salesian Boarding School
Class: Year 1
Height: 161 cm
Faceclaim: Hanni NEWJEANS
═════════════════PersonalityKesulitan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan olehnya pada seseorang atau sebuah peristiwa. Dalam sebagian besar waktu, ia lebih senang mengunci mulutnya rapat-rapat dan mengurus segala urusan hatinya seorang diri. Ia dapat menangis dalam waktu yang lama jika seseorang memaksanya untuk mengutarakan isi hatinya────terbukanya mulut si bungsu Bae berarti meluruhkan segala ketangguhan yang selama ini membuatnya dapat berdiri tegak.Mudah sekali tertekan atas situasi dan kondisi kacau tak terduga yang memojokkannya. Ia dapat menghabiskan begitu banyak waktu untuk membuat dirinya dapat kembali beraktivitas seperti biasa jika menjumpai situasi dan kondisi tersebut. Saat kehilangan kedua orang tuanya, Sunhwa mengunci dirinya selama berhari-hari sebelum akhirnya menuruti langkah yang telah diambil lebih dulu oleh sang kakak menuju hunian anyar mereka. Orang-orang yang telah lama mengenalnya mengetahui bahwasanya ia mudah sekali terjebak dalam bola-bola benang kusut jika terlalu lama dijauhkan dari kegiatan rutin yang biasa dilakukannya untuk mengarungi hari.Walaupun begitu, sebagai anak seorang pemburu handal, ia tak mudah gentar dan merasa takut kala ia berada di sebuah pertandingan. Tak pernah sedikit pun dirinya merasa ragu kala menghadapi lawan selama ia telah berhasil menggenggam pisau perak yang dibuat secara customize oleh sang ayah untuk hadiah ulang tahunnya yang ke-12.Dibanding menerobos hujan dengan sebuah payung yang tetap membuatnya basah, Sunhwa lebih suka untuk menunggu hingga tiada lagi bulir air yang jatuh dari langit barulah ia akan berjalan dengan hati-hati agar tubuhnya tetap kering. Saat hendak mengambil keputusan, Sunhwa biasanya membiarkan emosinya luruh terlebih dahulu agar keputusan yang diambilnya benar-benar didasari oleh logika murninya, tak tercampur oleh perasaannya.Sunhwa peduli pada detail-detail kecil yang berhubungannya. Selaras dengan hal tersebut, pun ia memiliki kepedulian tinggi pada mereka yang telah dekat dengannya. Akan tetapi, ia tak mampu menyatakan bahwasanya ia ingin mereka tetap berada dekat dengannya. Hal ini tentunya dilandasi atas kekagumannya pada sang kakak yang selama ini menjadi contoh manusia terbaik selepas kepergian kedua orang tuanya.═════════════════

Background StoryBagi seorang Bae Sunhwa, langit selalu tampak biru dengan serat-serat cahaya mentari sejak pagi hingga sore menjelang. Kelabu ialah langit yang baginya sedikit mustahil untuk hadir memayungi tubuh. Kehangatan selalu membentang, melindungi raganya yang mungil, berbanding terbalik daripada jisim sang kakak, Bae Younghwa.Sejarah panjang antara ras Adam jua penghisap darah yang terjadi di masa lalu tak pernah sedikit pun mengusiknya barang sesekon saja. Ia hanya menganggap ceritera tersebut ialah sebuah dongeng yang datang dari angkasa bagian lain.Beruntung, tempat di mana ia bertumbuh kembang tampak mendukung persepsinya terhadap langit yang selalu biru dengan pancaran jingga sang surya. Meskipun rumahnya tak memiliki banyak furnitur mahal jua ruangan, rumahnya nyaman dan layak huni. Cahaya lembut berwarna oranye yang berasal dari lampu pijar di tiap langit-langit ruang dapat melunakkan hati siapapun yang bernaung di bawahnya, beriringan dengan hal tersebut, aroma berbagai macam kue yang menguar dari panggangan terus mengudara, menghibur siapapun yang merasa letih atas kegiatan selama seharian penuh. Terlebih dengan kehadiran sebuah pekarangan kecil dengan berbagai macam tumbuhan berbunga yang tumbuh di atas permukaan tanahnya.Kehidupannya selalu tampak seperti seorang anak perempuan pemeran utama dalam kisah Red Riding Hood yang datang dari negeri Barat. Kehadiran ras penghisap darah yang konon teramat berbahaya bagi kaumnya layaknya sang serigala yang dapat dimusnahkannya hanya dengan sebuah pisau perak. Baginya, keberadaan kedua orang tua serta sang kakak sudah cukup memberinya cukup keberanian untuk melawan segala hal yang muncul di depan matanya.Benih mentari yang selalu dinantikannya sesaat setelah jendela kamarnya dibuka pada pukul tujuh tak lagi datang, padahal hari itu adalah hari ulang tahunnya. Suara hangat kepala keluarga Park yang biasanya menjadi penanda bahwasanya ia perlu hampiri sang ibu di dapur berganti menjadi petir yang menggema dari ujung angkasa.Alur kisah yang selama ini dianggapnya bak dongeng sebelum tidur memudar, membaur bersama rintik hujan yang entah mengapa turun secara tiba-tiba di bulan April akhir kala semestinya mentari telah kembali berpijar cerah. Kala itu yang ditemukannya di pekarangan rumah bukanlah pemandangan menyejukkan dari bunga-bunga yang kelopaknya telah dibasahi oleh bulir air melainkan tubuh dari kedua orang tuanya yang tampak buruk.Luka menganga pada leher yang menebarkan terlalu banyak cairan merang pekat di atas permukaan tanah membuatnya dengan impulsif berlari, mengabaikan telapak kakinya menyentuh tanah berbalut genangan air. Raung kehilangan tak terelakkan tatkala kedua tangannya berhasil menyentuh wajah keduanya yang sedikit membengkak lantaran menyerap terlalu banyak air langit.Langit yang baginya selalu tampak biru dengan serat-serat cahaya mentari kini tampak merah membara dengan asap hitam yang bermunculan dari berbagai sisi. Tragedi naas yang menimpa penyalur kasih jua sayang membuatnya menghadirkan kelabu berkepanjangan pada hidup, membuatnya menarik seluruh malam untuk menyelimuti diri sendiri hingga tiada pagi yang dapat menjemputnya.Puluhan malam digunakannya untuk meringkukkan tubuhnya guna menyebarkan rasa hangat yang tak kunjung datang pada pekan hujan yang sekonyong-konyong merenggut langit birunya. Bukan, bukannya ia dengan sengaja membiarkan sang kakak memikirkan segalanya────mengingat tiada lagi sosok yang dapat menaungi keduanya atas dasar cinta jua belas kasih tulus.Kala itu ia dan Younghwa mendapat tawaran untuk bergabung di salah satu atap milik anggota kelompok pemburu yang konon dibentuk oleh leluhur Bae di masa lampau. Sunhwa yang masih berupaya keras untuk kembali hadirkan percik cahaya bagi dirinya sendiri hanya mampu mengangguk tanpa perlawanan.Namun, saat itu kemudian tiba.Kala itu jarum jam menunjuk pada angka dua. Bae Sunhwa yang terbiasa menikmati malam bak secangkir kopi pahit dengan sepotong roti dalam genggaman sekonyong-konyong dapatkan informasi asing ihwal harta keluarga Bae yang berasal dari perbincangan antara dua pria dewasa dalam rumah huniannya saat itu.“Kau tahu kan mengapa anak-anak Bae itu dibiarkan hidup di sini?”
“Tentu saja. Merekalah yang kemudian akan mengantarkan kita pada tempat di mana harta karun berharga keluarga Bae berada, bukan?”
“Mereka benar-benar penting, kau tahu. Kita tidak boleh melakukan apapun pada mereka.”
Entah mengapa, saat mendengar hal tersebut, Sunhwa teringat atas dongeng yang diceritakan oleh ibunya saat ia masih kecil. Dongeng tersebut menceritakan tentang seekor gagak pandai yang mengelabui babi-babi rakus dengan sebuah trik harta karun.“Sunhwa-ya, harta tersebut sebenarnya tidak benar-benar ada. Harta yang dimaksud adalah identitas daripada sang gagak yang selalu tampak tenang dan tak gentar ihwal kegelapan selalu membersamainya, dan trik tersebut digunakannya untuk mengeliminasi babi-babi rakus yang enggan bekerja keras. Saat kau besar nanti, Ibu yakin kau bahkan akan memahami mengapa sang gagak bahkan rela berpisah dengan kawan-kawannya.”
“Mengapa si gagak rela berpisah dengan kawanannya?”
“Babi-babi tersebut nyaris putus asa dalam kegelapan yang telah menjadi lahan bermain para gagak. Babi-babi tersebut membutuhkan setidaknya satu gagak sebagai pemandu bagi peta yang terus meluas dalam pencarian mereka.”
Kala itu, Sunhwa merasa dirinya telah berhasil menggerus seluruh kesedihan yang selama ini membebani hatinya hingga tiada lagi air mata yang dapat terjatuh dari sudut matanya. Sebuah pijar kecil mulai menyala dalam dirinya, membuatnya sudi untuk bangkit dari sudut ruang tempatnya meringkuk seorang diri, dan … mencoba untuk menemukan kebenaran.Akankah nasibnya dapat serupa dengan dongeng sebelum tidur yang biasa ia dengarkan?
Akankah ia dapat mengendalikan permainan dan bertindak layaknya sang gagak?
Kisahnya yang sesungguhnya baru saja akan dimulai.═════════════════Facts
1. Sempat menyukai pagi, namun setelah pengalaman menyedihkannya di masa lalu, ia memilih malam sebagai waktu di mana ia dapat menikmati waktunya seorang diri dalam ketenangan.
2. Sebagai bungsu yang sejak lahir dimanjakan oleh berbagai macam tindakan penuh kasih, Bae Sunhwa tak pandai menata dirinya sendiri. Ia tak terlalu serius dalam menyiapkan dirinya sendiri. Baginya, selama kenaannya bersih dan tidak kusut, ia telah memberikan penampilan terbaik pada orang-orang yang akan menemuinya nanti.
3. Rambut Bae Sunhwa tidak pernah sekalipun disentuh oleh penata rambut profesional, yang pernah menyentuh rambutnya selama ini hanyalah sang ibu dan sang kakak.
4. Gaya rambutnya kini merupakan mahakarya Bae Younghwa.
5. Tidak suka membaca buku, ia lebih senang mendengarkan orang-orang membacakan buku tersebut padanya──sang ibulah yang membuatnya terbiasa mendengarkan orang lain berbicara ihwal buku yang orang lain baca. Mulanya, sang ibu membiasakannya agar ia, yang enggan belajar, tak mengalami keterlambatan dalam pendidikan pra-sekolah.
6. Sering mencuri koleksi lilin wangi milik sang kakak. Namun, dibanding menggunakannya sebagai aromaterapi atau penenang sebelum tidur, ia menyalakan lilin-lilin tersebut sesaat sebelum berangkat ke sekolah, sebagai parfum, maka dari itu aroma tubuhnya sedikit mirip dengan sang kakak.
7. Sejauh ini ia tidak pernah merasa takut pada apapun.
8. Menghabiskan waktu senggangnya untuk menonton serial animasi Jepang, Bungou Stray Dogs. Karakter favoritnya adalah Nakahara Chuuya. Menurutnya Chuuya mirip dengan kakaknya, Younghwa, namun dalam versi lite, tidak berisik dan tidak memicu keributan.
9. Tidak terbiasa menggunakan -oppa dan -eonni dalam percakapan sehari-harinya.
10. Pelajaran seni rupa merupakan satu-satunya pelajaran yang ia senangi. Sisanya hanya membuat kepalanya sakit lantaran ia perlu menyerap materi dari buku.
11. Lebih menyenangi suhu dingin dibanding panas.
12. Sunhwa sangat tahan pada rasa sakit. Ketika ia pertama kali terjun ke area pertarungan, bahunya pernah tergores oleh tombak lawannya dan ia dapat menahan rasa sakit dari goresan tersebut hingga akhir pertarungan. Kekebalan tubuhnya pun dikatakan dapat melampaui ketahanan tubuh sang ayah.
13. Keahliannya yang selama ini menjadi kebanggaan keluarganya ialah merawat tumbuhan, akan tetapi setelah kepergian sang ayah dan ibu, ia tak lagi melakukan hal tersebut.

Jo Seungheon

Born: June 24th, 2006
Nationality: Korean
Gender: Male
Race: Vampire
School: Salesian Boarding School
Class: Year 2
Height: 175 cm
Faceclaim: Sunoo ENHYPEN
═════════════════Ability
- Healing: Seungheon dapat menyembuhkan berbagai penyakit dari penyakit biasa hingga penyakit kritis. Namun, memiliki efek samping yang membuatnya mampu mengambil keuntungan dari pasien yang disembuhkan. Semakin kuat kemampuannya semakin sedikitnya efek samping yang ditimbulkan.
Selain itu, dia memiliki pengetahuan obat-obatan tradisional yang digunakan untuk menghindari penggunaan kekuatan aslinya.
a
- ***Lack of Presence ***: Seungheon memiliki aura presensi yang sedikit. Terkadang ia bahkan tidak disadarkan berada di antara mahkluk lainnya. Namun, jika ia sudah berada di lingkungan yang berisikan mahkluk familiar maka kemampuannya sedikit berkurang karena orang-orang sudah mulai membiasakan diri dengan presensi Seungheon.
- Misderection: Trik dalam dunia persulapan ketika mengalihkan perhatian baik mata dan pikiran para penonton ke hal lain agar mereka tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya melihat apa yang pesulap inginkan untuk dilihat. Dalam penggunaannya Seungheon bisa mengarahkan perhatian lawannya dari dirinya sehingga dia seakan menghilang karena didukung dengan rendahnya aura presensi yang dimilikinya.═════════════════PersonalitySeungheon adalah pribadi yang tenang dan pendiam. Ia jarang berbicara kecuali dibutuhkan, ia juga tidak terlalu aktif dalam berbagai perkumpulan. Namun dia selalu memantau segala sesuatu yang terjadi. Dirinya juga memiliki moto hidup mengalir seperti air, mengikuti alur.Seungheon juga berhati-hati terlebih kepada manusia. Ia tidak terlalu ingin ikut campur dengan kehidupan manusia. Namun untuk berbaur Seungheon merupakan salah satu pembaur yang bagus, tidak terlalu terlihat dan tidak terlalu mencurigakan.═════════════════

Background StorySeungheon lahir pada tahun 1845, tidak ada yang spesial dari dirinya saat itu. Ia lahir dan besar menjadi vampir yang sedikit terisolir dari dunia luar. Tidak banyak yang dilakukan oleh Seungheon kecil hingga dia menjadi sebesar dirinya yang sekarang. Sedari kecil kemampuan penyembuhan Seungheon sudah muncul. Membuatnya sedikit membantu mereka yang terluka pada perang pada perang kerajaan vampir.Setelah ingatannya menghilang dan ia sudah berada di area “panti”, Seungheon mencoba untuk menjadi sosok yang berguna meskipun tanpa menggunakan kekuatannya. Ia mulai belajar ilmu-ilmu penyembuhan tradisional dari buku-buku yang ada di area panti. Ia seakan menjadi seorang tabib bagi anak-anak panti.Setelah mereka berenam kabur dari panti, hubungan dengan para kawannya itu semakin membaik, meskipun ia tetap menjaga jaraknya. Dengan terbukanya kehidupannya ke area yang lebih modern ia mulai mempelajari misdirection, sebuah ilmu dalam sulap yang dianggap dapat membantu dirinya dalam satu dan lain hal. Ia pun hidup seperti sekarang ini, mengikuti alur kehidupan dan mencoba untuk menjadi dia yang tak terlalu menonjol.═════════════════Facts
1. Tidak terlalu suka hujan.
2. Menyukai tanaman.
3. Gagap teknologi karena memilih untuk tidak mendekatkan diri teknologi.
4. Menyukai kesunyian.

Bae Younghwa

Born: April 10th, 2005
Nationality: Korean
Gender: Male
Race: Human
Sexuality: Pansexual
School: Salesian Boarding School
Class: Year 3
Height: 180 cm
Faceclaim: Heeseung ENHYPEN
═════════════════PersonalityHe’s a serious man driven by revenge. Kepribadiannya yang tenang dan tertutup membuat Younghwa terlihat jauh lebih dewasa dari usia sesungguhnya. Tipikal yang jarang tersenyum apalagi bercanda adalah alasan mengapa ia jarang terlihat menghabiskan waktu bersama anak seusianya dan lebih sering menghilang seorang diri entah kemana.Younghwa sangat teliti terhadap detail kecil yang jarang orang lain perhatikan sebab dia selalu mencurigai orang lain meskipun mereka adalah seorang kawan, akan lebih parah lagi jika ia telah mengetahui bahwa mereka adalah lawan. Dia tidak mempercayai siapapun selain dirinya sendiri. Individualis, lebih gemar bekerja seorang diri dibanding dalam tim karena ia tidak bisa berkomunikasi dengan baik kepada orang lain yang tidak memahami jalan pikirnya, dan ia tidak suka diatur sana sini. Jika mereka menunjuknya sebagai ketua dari kelompok pun dia lebih memilih mundur sebab, ‘jika orang lain bisa, kenapa harus aku?’Sengaja membuat imaji yang dingin dan tidak mudah didekati karena Younghwa tidak suka menghabiskan banyak energi. Serta untuk menyaring orang-orang yang tidak memiliki kepentingan dengan eksistensi dan tujuan hidupnya. Namun, jika berhasil berteman baik dengan Younghwa, orang-orang akan mulai menyadari betapa pedulinya ia dengan orang lain. Younghwa hanya tidak pernah menunjukkan terang-terangan bahwa dia jauh lebih peka dengan kondisi orang sekitarnya, a tsundere, one would say.═════════════════

Background Story“I don’t believe in forgiveness. I believe in revenge.”Terkutuklah manusia dan hasrat mereka yang ingin memiliki segalanya. Younghwa membenci bagaimana insting naluriah kaumnya dapat begitu tak terkendali acap kali akal dangkal mereka diberi icip akan sesuatu yang belum digapai. Sebagian mendambakan harta; oh banyak dari mereka yang mendamba harta. Tidak peduli jika bayarannya adalah nyawa sesamanya.Terlahir dalam garis keluarga sang pendiri organisasi yang memburu bidak lawan dari generasi ke generasi membuat Younghwa berpikir bahwa perang yang selama ini berlangsung adalah antara ras manusia dan para penghisap darah yang hidup berdampingan bersama mereka. Dia dan adiknya, Sunhwa, menghabiskan hampir seluruh masa kecilnya berlatih memburu, diperkenalkan dengan adanya kemungkinan eksistensi ras lain di antara mereka; dipersiapkan sejak belia untuk meneruskan tradisi dan mempertahankan kokohnya kelompok pemburu yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu itu, sehingga dirasanya ia tidak perlu mempertanyakan kepada siapa tombak miliknya perlu menghunus.Meskipun begitu, para pemburu di kawanannya mengenal Younghwa sebagai anak yang begitu penurut dan sukar berlatih di arena, sebab dia tidak menyukai pertikaian fisik. Dia terlalu takut untuk menyakiti orang lain dan cukup pintar untuk berpikir bahwa para vampir tidak akan mengusiknya jika pihak manusia tidak mengganggu lebih dulu. Menurutnya, pertempuran kedua belah pihak tentu saja bisa dihindari.Mungkin Younghwa kecil terlalu naif nan lugu, berpikir bahwa para vampir adalah satu-satunya musuh yang mengancam kehidupan mereka.Aroma keserakahan tercium begitu pengik semenjak terdengar rumor bahwa keluarga Bae memiliki sesuatu bak keajaiban bagi orang lain yang terlahir sebagai warga biasa. Kemuliaan, dijauhkan dari malapetaka, hidup tentram aman dan nyaman sampai tua, atau entah angan apa yang mereka katakan bernamakan harta benda. Tentu saja perkara tersebut sampai kepada telinga si sulung keluarga Bae, yang sayangnya, pada kala itu masih terlalu belia untuk memahami situasi yang mengancam keluarganya.Para anggota yang bernaung di bawah kelompok pemburu ini menginginkan sesuatu yang keluarganya miliki. Tidak peduli perihal harta yang mereka gundahkan itu benar ada ataupun hanya sebatas fana.Orang-orang gila berkedok rekan sejawat perlahan menghancurkan keluarga mereka dari dalam. Tahun demi tahun mereka dedikasikan untuk merontokkan fondasi ketentraman keluarga sang pendiri dalam diam. Yang tersisa dari ingatan masa kecil Younghwa hanyalah jasad kedua orang tua yang kemudian ditemukan tergeletak di pelataran belakang rumahnya, dengan bagian leher keduanya terkoyak begitu brutal sampai seolah mereka nyaris tenggelam dalam lautan anyir merah.Pagi itu dihujani biru kelabu seolah semesta tahu bahwa kebahagiaan Bae bersaudara akan dirampas dari mereka di hari itu juga. Teriakan sang adik memecah hening dini hari dengan begitu pilu. Sedangkan Younghwa hanya membatu, berdiri di dekat pintu, terlalu sakit dalam lubuk hati kecilnya terpaku melihat jasad kedua orang tua nyaris membiru.“Ini pasti ulah para vampir itu!”
Tapi keluargaku tidak pernah mengusik mereka.
“Mereka cerdik sekali mengincar sosok penting dari kelompok kita.”
Dari sekian banyak pemburu, kenapa harus keluargaku?
“Pasti dia akan trauma berat. Anak itu bahkan tidak tega menyakiti kawannya sendiri.”
Bajingan mana yang harus kubunuh untuk membayar keadilan orang tuaku?
> “Nak, ikutlah dengan kami. Kalian masih terlalu muda untuk hidup seorang diri.”Younghwa merasa dia dan Sunhwa tidak memiliki banyak pilihan.Selain sosok orang tua, keduanya telah hidup dalam perlindungan sesama pemburu di sekitar dan Younghwa berkali-kali termenung; harus hidup bagaimana lagi mereka setelah ini? Ironis bagi si sulung untuk memikirkan rencana hidup ia dan adiknya untuk kedepannya ketika usianya saja baru menginjak lima belas tahun tepat dua puluh hari sebelum hari kematian. Sudah pasti, kejadian itu merubah kepribadian seorang Bae Younghwa.Mereka seperti melihat Younghwa terlahir kembali menjadi pribadi yang jauh berbeda semenjak peristiwa tersebut. Beranjak dewasa, anak yang dulu dikenal berhati lembut dan tidak ingin menginjak arena tumbuh besar menjadi sosok yang cukup ditakuti sesama pemburu atas kebrutalannya dalam kombat. Tidak lagi tersenyum ramah, tidak pernah pandang bulu akan siapa lawan tanding di hadapannya.Kepada Sunhwa pun Younghwa jadi tidak ceria seperti sedia kala. Younghwa sadar bahwa dia bukan anak kecil lagi karena ia beranjak dewasa, dan tanpa sosok orang tua mereka, Sunhwa hanya memiliki dirinya sebagai seorang kakak yang bisa dipercaya.Younghwa menjadi jauh lebih peka terhadap sekitar, condong kepada mereka yang berpotensi menyamar menjadi bagian dari kaumnya. Lebih cerdik untuk mengamati dan turut menyamar demi pengamatan mendalam dalam diam, tidak mengenal rasa takut bahkan jika taruhannya adalah nyawanya sendiri.Sekarang Younghwa mengerti mengapa orang tuanya dulu begitu memupuk bangga pada garis keturunan mereka sebagai pencetus kelompok pemburu vampir. Ia akan memastikan bahwa tombak peraknya menjadi yang paling runcing hingga bidasan balas dendamnya nanti mampu membumihanguskan eksistensi mereka semua.Yang sesungguhnya terjadi…Tahun demi tahun berlalu dan tidak ada yang memberitahu anak malang itu bahwa kematian orang tuanya bukanlah serangan dari pihak lawan. Anak kancil telah berkembang menjadi calon raja hutan dan hari demi hari keberingasannya yang didorong oleh hasrat membalas dendam kian membuih menjadi satu yang bahkan anggota sesamanya takuti.Jika dengan pengetahuan bahwa ras lainlah yang menyebabkan kematian kedua orang tua saja ia bisa semarah itu, apa yang akan terjadi kepada Younghwa begitu ia mengetahui kebenaran yang sesungguhnya?Murka macam apa yang akan meluluhlantahkan mereka semua?═════════════════Facts
1. Tipe MBTInya INTJ.
2. Paling menyukai kucing.
3. Deep forest green adalah warna yang paling cocok untuk mendeskripsikannya.
4. Mengoleksi lilin wewangian dan selalu menyalakannya setiap malam.
5. Membenci matcha, tetapi suka mint choco.
6. Senjata kesukaannya untuk latihan bertarung adalah tombak dan sabre.
7. Dia dapat menghabiskan satu bungkus rokok dalam seminggu.
8. Gemar diam-diam keluar pukul 3 pagi untuk merokok dan menjernihkan pikiran, mencari udara segar sendirian. Terkadang juga ia iseng memburu babi hutan dan rusa ketika malam menjelang pagi, jika ia bosan.
9. Pandai bertarung, sangat lincah dan paling unggul dalam menyerang.
10. Ahli dalam segala jenis olahraga dan aktivitas fisik.
11. Mata pelajaran kesukaannya adalah sejarah.
12. Memiliki bakat menyanyi dan terbiasa bernyanyi untuk adiknya sejak kecil.
13. Pandai memasak tetapi lumayan memilih-milih makanan, picky-eater.

Shin Joohyun

Born: March 14th, 2005
Place of Birth: Seoul, South Korea
Nationality: Korean
Gender: Female
Race: Human
School: Salesian Boarding School
Class: Year 2
Height: 165 cm
Faceclaim: Danielle NEWJEANS
═════════════════PersonalityShin Joohyun bercangkang seperti gadis lain seumurannya. Ia ramah ketika kondisi mengharuskannya untuk ramah, ia peduli ketika ada yang harus dipedulikan, senang melihat kimchi jjigae mengepul hangat di depannya, dan merasa sedih ketika mengingat masa lalunya. Namun, satu hal yang tidak bisa Joohyun ungkapkan adalah amarah. Ia akan ditemukan menangis ketika merasa ingin marah.Masih dalam kategori menangis, Joohyun tergolong manusia cengeng dan sentimental. Melihat drama penuh adegan patah hati, ia akan menitikkan air mata. Mendengarkan lagu sedih, tiba-tiba matanya akan terasa panas. Namun, belakangan ini ia berhasil mengurangi kadar kecengengan dengan memikirkan menu makanan apa yang harus dimakannya beserta resepnya.Joohyun menemukan nyaman dalam familiaritas dan rutinitas. Ia harus menempuh jalan yang sama untuk berangkat dan pulang sekolah, memiliki jadwal yang teratur dari bangun tidur hingga tidur kembali, itulah mengapa dia membawa jurnal kecil kamana-mana untuk mencatat kegiatannya. Jika ada yang mengganggu rutinitasnya, biasanya ia stress dan kebingungan. Atau ketika dihadapkan dengan situasi yang asing, waktunya akan habis untuk memikirkan berbagai macam kemungkinan dan risiko yang akan ia temui.═════════════════

Background StorySetiap kali melihat foto keluarga di ruang tengah, batinnya terusik dan kepalanya menarik diri ke dalam jurang ingatan.“Joohyun-ie! Joohyun-ie! Lihat ke sini!” Suara Shin Jihoon, ayahnya, di balik kamera, melambai-lambaikan boneka cheetah padanya. Dalam layar kamera, ia yang belum genap satu tahun, merangkak mendekati lensa, dengan liur yang menetes seiring dengan senyum yang mengembang. Kedua matanya yang bulat berbinar-binar.“Eits, tunggu dulu. Sebelum tiup lilin, Joohyun-ie harus membuat permohonan.”
“Permohonan?” Ia bertanya di balik kamera.
“Ya, seperti permohonan umur yang panjang, atau apapun yang kamu inginkan.”
Dalam layar kamera, kedua tangannya terkatup ratap sementara matanya terpejam begitu erat. Begitu lama, begitu tenang, yang bergerak hanya api yang bergoyang di atas lilin berangka tiga.
Ayahnya meletakkan kamera di pinggir meja makan dalam keadaan masih merekam. Joohyun tengah menangis di dalam layar, terduduk di sofa dengan kaki kanannya terjulur lurus bertumpu meja. “Cup, cup, cup. Joohyun-ie hebat karena sudah berani naik sepeda sekarang.” Berjongkok di hadapannya dengan sekotak P3K di tangan, sementara punggungnya menghadap kamera. Perlahan membersihkan luka menganga di lutut.“Ayah, boleh aku pinjam kameranya?”
“Tentu.”
Tangkapan lensa kamera itu bergoyang dan buram, sebelum wajah ayahnya memenuhi fokus. Menyadari telah menjadi sorotan, kedua tangan ayahnya berusaha menutupi wajah, sambil berlari kecil menjauhi kamera. “Ayaaaah, lihat sini, dong!”
Seandainya hari itu ia tidak dikuasai rasa penasaran, seandainya ia menghabiskan hari ulang tahunnya di rumah dan bukan di taman hiburan, barangkali ia tidak perlu bersusah payah mempertahankan rupa dan kenangan ayahnya hingga detik ini. Hari dimana sosok asing menarik tangannya begitu kencang dan ia yang baru menginjak usia sembilan tahun tak sanggup beradu kekuatan. Hari dimana ia menangis dan berteriak begitu kencang memanggil ayahnya, melolongkan pertolongan pada siapapun yang mendengar. Hari dimana ia dipojokkan di sebuah gang, merasakan embusan napas sosok itu di lehernya, mendengarnya begitu terburu, begitu lapar. Hari ketika ayahnya datang menyelamatkan hanya untuk berakhir naas di tengah jalan dengan leher terkoyak. Dan ia harus menyaksikan… dan ia harus menyaksikan….Kemanapun ia melangkah, ingatan di malam purnama itu akan mengikuti bagai awan hitam yang senantiasa bernaung di atas kepalanya, menghisap sisa-sisa keceriaannya dan semangatnya untuk melanjutkan hidup. Ia tahu, betapa kecewa ayahnya bila mengetahui anak semata wayangnya terus berpusar dalam kesedihan. Maka, ia bertahan, ia bertahan dengan sisa-sisa kehangatan yang ditinggalkan ayahnya.“Bu, boleh aku bawa foto ini ke asrama?” Ia menunjuk foto keluarga di ruang tengah. Foto yang kerap mengusiknya dan membuat kepalanya mengulang memori lama.“Silakan, Joohyun. Jaga baik-baik foto itu. Dan dirimu.”═════════════════Facts
1. Selalu membawa jurnal kecil kemana pun ia pergi yang berisi to do list, barang belanjaan yang harus dibeli, tugas yang harus dikerjakan, dan semacamnya. Bagi siapapun yang menemukannya, tolong dikembalikan atau Joohyun akan stres berat.
2. Memiliki sweet-tooth. Classic choco-chip cookies and cheesecake adalah favoritnya. Ia juga mencintai bubble tea, setidaknya ia harus minum itu seminggu satu kali. Namun, karena beredarnya peringatan akan diabetes, ia juga mulai mengurangi konsumsi minuman tersebut.
3. Makanan favoritnya adalah yangnyeom chicken dan kimchi jjigae.
4. Hobinya memasak dan mencoba resep baru. Kalau stres, ia akan membuat cookies.
5. Isi tasnya harus lengkap, mulai dari tisu, hand-sanitizer, charger ponsel dengan berbagai tipe, powerbank, dompet, pouch make-up, pocket knife and pepper spray. Dua benda terakhir ini seringkali membuatnya dicegat satpam ketika hendak masuk pusat perbelanjaan.

Seo Hajun

Born: December 8th, 2005
Nationality: Korean
Gender: Male
Race: Vampire
Sexuality: Demisexual
School: Salesian Boarding School
Class: Year 3
Height: 181 cm
Faceclaim: Sunghoon ENHYPEN
═════════════════Ability
- Retrocognition: Knowledge of a past event which could not have been learned or inferred by normal means." Secara umum, Seo Hajun memiliki kemampuan untuk mengingat masa lalu, baik milik dia sendiri maupun dari seseorang yang masa lalunya bahkan tidak diingat oleh mereka. Aktivasi kemampuan akan terjadi apabila sebelumnya dia memiliki interaksi kepada orang itu dan melakukannya kembali di masa sekarang, sehingga Hajun tidak sepenuhnya memilliki kendali untuk bisa melakukannya (seperti sebuah de javu). Kemampuan ini juga sangat terbatas karena akan menguras daya tahannya meski dia berasal dari ras vampir, serta cakupannya terkunci akibat kemampuan milik Soyoung yang menghapus ingatan seseorang. Dia sudah mampu mengendalikan kemampuan ini dan menggunakannya secara efektif. Hajun yang telah memiliki pengetahuan tentang masa lalu dari seseorang secara lebih mendetail, seperti rekaman dari sebuah peristiwa besar seseorang. Bahkan, informasi tentang kehidupan masa lalu seseorang yang sebelumnya sudah pernah bereinkarnasi.
- Retroscience: "Possess absolute and infinite knowledge of the past." Cabang dari kemampuan retrocognition yang dimiliki adalah dia memiliki pengetahuan lebih mendetail dari benda-benda mati di sekitarnya. Selain pengetahuan tersebut diakibatkan karena 'kondisi khusus' milik Seo Hajun, dia pun bisa menerka masa lalu dari benda tersebut beserta informasi yang dimilikinya. Cara untuk mengaktivasinya adalah melalui sentuhan fisik yakni menggunakan tangan. Hajun yang telah meningkatkan kemampuan ini dapat mengetahui keakuratan informasi terhadap benda tertentu hingga mencapai asal-usul benda dan siapa yang sebelumnya pernah memiliki, membuat, atau yang menciptakannya. Serta apa yang dialami oleh benda tersebut. Tidak berlaku untuk benda yang diciptakan melalui proses alamiah.
- Combat Primary Skill―Agility: "Ability to move quickly and easily." Kekuatan terbesar yang dimiliki Hajun adalah pengendalian untuk mengeluarkan kekuatan fisik. Kemampuan, serta pengalamannya sebagai seseorang yang mengalami reinkarnasi memungkinkan masuknya informasi banyak tentang peperangan serta strategi. Di antara vampir, mungkin dirinya memang tidak memiliki statistik fisik sekuat Byeon Ji dan Hwarang. Akan tetapi, dia dikenal memiliki keakuratan dan kelincahan tingkat tinggi semasa perang II berlangsung. Hanya saja, ketika Hajun menggunakan kemampuan ini, kemampuan retrocognition yang dia miliki tidak bisa sekaligus diaktifkan. Sebab ketangkasan membuat tubuh Hajun bergerak sangat cepat dan mempersulit masuknya informasi untuk kemampuan lain.
Combat Additional Skill―Elemental Magic: "To use the elemental forces through magic." Kemampuan ini muncul karena Hajun mengingat masa lalunya, reinkarnasi dari seorang vampir kuno yang mempelajari materi magis kuno milik vampir. Semasa Raja II berkuasa, dia mempelajarinya kembali sebagai bentuk pertahanan diri. Hanya saja, dia masih dalam tahap mempelajarinya, sebab dia kesulitan untuk mengeksplor masa lalunya akibat belum mengontrol retrocognition dengan sangat baik. Namun, apabila dia sudah menguasai elemental magic miliknya, Hajun kemungkinan besar akan mampu mengendalikan elemen dengan sangat baik. Sebab, salah satu masa lampau dia adalah seorang master elemental magic. Termasuk mengendalikan darah dalam tubuh manusia atau vampir lainnya, dan itu adalah kemampuan yang berbahaya.═════════════════PersonalitySeo Hajun adalah definisi seorang realist. Dia memercayai hanya pada yang dia lihat, alami, atau rasakan sendiri. Dia juga mengerti bahwa proses merupakan salah satu dari aspek kehidupan. Hal ini menumbuhkan kedisiplinan dalam sanubari, baik untuk diri sendiri maupun kepada orang lain. Sikap tersebut kerap menimbulkan salah paham dan menganggap sosok Hajun sangatlah dingin hati dan keras kepala. Tidak sepenuhnya salah. Namun, tidak sepenuhnya benar juga.Dia tidak dingin hati. Hanya saja, Hajun bersikap hati-hati terhadap orang baru. Entah karena insting, atau memang berkat pengalaman kehidupannya (yang tidak dia sadari itu). Namun, ketika dirinya sudah menganggap bahwa seseorang dapat dia andalkan, atau membuktikan bahwa 'aman' untuk bersamanya, Hajun akan menurunkan kewaspadaannya dan sangat all-out dalam memberikan perhatian-perhatian kecil. Meskipun, tidak sepenuhnya terlihat.Sikap berhati-hati itu juga menimbulkan efek samping bahwa Hajun bukanlah orang yang bertele-tele. Dia juga pendiam dan turut pada peraturan, kombinasi sikap disiplinnya. Kepribadian seperti ini, tidak mengherankan bahwa tumbuh sikap kompetitif dalam beberapa aspek karena begitu abainya dia untuk bersikap lembut terhadap diri sendiri.Di masa lalu, Hajun lebih bersikap lembut terhadap orang lain. Namun, entah mengapa kini sikap berhati-hati (yang hampir seperti seorang pengecut) terhadap orang dan keras terhadap diri sendiri semakin mendominasi di masa sekarang. Dia tidak akan menyalahkan orang atas sebuah kegagalan, sebab sudah pasti hal itu karena dirinya sendiri. Tentu saja, semua itu dikunci rapat-rapat oleh Hajun yang tertutup dan berusaha untuk terlihat biasa di hadapan orang lain.Jiwanya seakan berdiri di ujung tanduk, yang bisa saja tergelincir kapanpun bila salah langkah.═════════════════

Background Story"Apa kau sungguh berpikir bahwa dunia memiliki perubahan berarti?"1760-an s.d. 1900-anHajun lahir di penghujung tahun 1760, atau bertepatan ketika masa pemerintahan Raja II kerajaan vampir di semenanjung Korea berlangsung. Dia menjadi pilar utama dari pasangan Lee Jongil dan Cho Saebyul, yang diketahui bahwa sang kepala keluarga merupakan penasihat kerajaan di masa Raja II tersebut. Akan tetapi, kelahiran anak pertama sempat meninggalkan tanda tanya bagi Jongil dan Saebyul.Bukankah seorang bayi harusnya menangis, sekalipun dia vampir?Namun, Hajun tidak menangis ketika dia pertama kali membuka kedua matanya. Sebab dia mengingat semuanya."Ah, aku di sini lagi."Hajun dahulu adalah sosok Lee Dohwa, seorang aristokrat vampir yang berkecimpung dalam dunia magis vampir pada masa Raja Vampir I. Hidup dalam kedamaian dan berbaur dengan para manusia. Hanya saja, dia gugur pada tahun 1701 setelah mendapatkan pengkhianatan terhadap salah satu temannya yang berambisi untuk berada di sisi salah satu anggota kerajaan."Kenapa? Memang apa salahku?"Terjebak pada masa itu, dia tumbuh menjadi anak yang pendiam meski harus menggunakan topeng sebagai sosok yang harus membanggakan kedua orang tuanya. Hajun masih merasa sesak ketika melihat mereka yang belajar tentang magis vampir, tapi harus dia tahan. Karena di keluarganya yang sekarang, kondisi dia menjadi jauh lebih baik dibandingkan hidup mandiri dan terpencil, kemudian berakhir dalam kematian pengkhianatan seperti Lee Dohwa. Ikatan erat akan masa bersama keluarga kecil ini bertambah karena kehadiran sang adik pada 1810, Hayul. Meski dia dan Hayul memiliki kepribadian yang 180 derajat berbeda, Hajun sangat menyayangi adiknya tersebut. Maka dari itu, dirinya merasa bahwa kehidupan sosok Hajun akan lebih baik dibandingkan dirinya yang berada di masa lalu.Perspektif itu salah.Hidup Hajun sama tidak enaknya. Kecondongan Raja Vampir II menyebabkan mulai adanya friksi di antara manusia dan vampir. Berbanding terbalik dengan masa kedamaian Lee Dohwa yang hidup berdampingan dengan damai. Kekerasan di mana-mana, serta diskriminasi ras yang menyebabkan kekacauan. Dia yang berada dalam tubuh Hajun tak dapat berbuat apa-apa, sebab dirinya merupakan bagian dari kerajaan vampir. Hajun di masa itu mengurungkan dirinya untuk sekadar belajar mengetahui sejarah yang tertinggal sepeninggalan dirinya. Berada di perpustakaan adalah sehari-harinya.Sampai suatu ketika, dirinya bertemu dengan dia.Dia menyukai pengetahuan, juga memiliki senyum yang indah setiap kali berbincang kecil dengan Hajun, meski si laki-laki menjawab dengan sederhana. Lagipula tak dipermasalahkan oleh dia. Pertemuan pertama mereka adalah ketika tak sengaja saling bertabrakan ketika hendak menuju rak buku. Kemudian, mereka duduk berjauhan. Namun, lamban laun dia mendekat untuk melihat buku sejarah yang Hajun baca. Mengagumi bacaan si laki-laki yang membuat telinga sosok tersebut memerah, ditambah senyum yang terpatri dari paras dia.Lalu, dia memperkenalkan namanya sebagai Jina.
Begitu juga dengan Hajun.
Dan dia tahu bahwa Hajun, bukanlah seorang 'Hajun' yang baru.
Pertemuan sederhana itu membuat Hajun dan Jina lebih cepat menjadi teman, serta saling menjaga rahasia satu sama lain. Mereka lebih sering berada di perpustakaan kerajaan. Dia bercerita tentang kemampuannya untuk membaca pikiran orang lain. kadangkala menyelinap bersama untuk menonton festival manusia, serta mati-matian bersama menahan diri dari rasa haus darah ketika di keramaian tersebut. Perasaan yang sungguh menggelitik bagai raga dipenuhi oleh para kupu-kupu. Hajun mengerti perasaan ini, tapi dia adalah seorang pengecut.Jina cantik, dan dia tidak bisa mengungkapkannya.
Bahkan hingga peristiwa itu terjadi, membiarkan festival yang diadakan oleh kaum manusia itu menjadi pertemuan terakhir Hajun dan Jina.
Peperangan antar dua kubu kerajaan semakin memuncak, berakhir dengan kekalahan aristokrat vampir termasuk meninggalnya Raja Vampire II. Hajun tidak sempat mengucapkan perpisahan pada teman satu-satunya kala itu, lagipula dirinya harus melindungi Hayul, yang menjadi pesan dari ayah dan ibunya sebelum mereka harus berpisah.Sekaligus, menjadi pesan terakhir kedua orang tuanya.1950-an s.d. SekarangTahun 1953. Hajun terbangun di sebuah bangsal berisi tujuh tempat tidur, dengan sosok Hayul yang terlelap berada di sebelahnya. Tempat yang begitu asing, sekaligus tidak begitu familier menyeruak dalam dirinya. Dia menoleh ke arah Hayul, dan sekelebat ingatan masa lampau segera muncul dalam pikirannya.Tentang ayah, ibu, serta Hajun dan Hayul yang sempat melarikan diri dari peperangan.
Sial, ini di mana?
"Oh, Hajun. Sudah bangun?"DEG.Tubuh Hajun sedikit membeku dan menoleh ke sumber suara, mendapati figur seorang wanita yang menghampiri dirinya. Suara itu, dan posturnya. Ketika dia merasakan kefamilieran yang tak henti, serta ekspresi wajah yang tak dapat berbohong―tampak ketakutan―sang wanita tampak sedikit panik dan menatap anak tersebut tidak percaya. Hanya saja, dia segera membungkukkan tubuh untuk menyamakan posisi dengan Hajun. Menenangkan diri Hajun bahwa semua baik-baik saja, asalkan mereka tetap berada di tempat ini, meyakinkan bahwa tempat ini akan menjadi tempat teraman bersama anak-anak lain. Hajun yang sudah menggunakan terlalu banyak kekuatan untuk mengingat kejadiannya dengan Hayul hanya mengangguk, tidak sempat mengenal sosok bernama Soyoung lebih dalam.Setelah siuman pertama dan kondisi tubuhnya mulai pulih, Hajun mengalami perasaan yang cukup aneh. Selain Hayul, masih ada lima anak lagi yang berada di panti asuhan ini. Selayaknya naluriah seorang Hajun, dia berhati-hati dengan anak-anak lain, sebelum pertemuan pertama dengan salah satu anak di sana, Jina yang saat itu sedang membaca buku, terjadi.Tubuhnya mematung. Seakan tengah memasang kepingan puzzle, menciptakan kesatuan utuh. Sesak.
Dia mengingatnya, nama dia Jina. Namun, di mana mereka pernah bertemu?
Semuanya masih buram.
Raut serius kala membaca buku itu masih serupa, serta surai yang terkibas oleh embusan angin membuat Hajun membungkam. Haruskah dia menyapanya? Namun, sepanjang yang dia tahu kini, sang perempuan kini telah akrab dengan anak-anak lain, termasuk Hayul sendiri―sebab Hayul kerap cerita tentang anak-anak lain―seakan-akan eksistensinya begitu besar. Lagi-lagi, Hajun menjadi pengecut. Dia mengutuk diri merasa tak mampu menyapa sosok Jina yang kini menjadi sosok bulan dalam tali persaudaraan ini.Hajun mengalah, dan dia hanya akan melindungi sang bulan dari kejauhan.Waktu berlalu, hingga bentuk fisik lamban laun mulai menjadi jauh lebih 'dewasa' dibandingkan sebelumnya. Saat itu, tahun kemungkinan dihitung sebagai 2020―terlalu lama berada di panti asuhan membuatnya buta―ketika dia menyadari bahwa tubuhnya sudah tidak dalam fase kecil lagi. Tali persaudaraan yang dia miliki terhadap anak-anak lain semakin akrab, dan semakin membuat Hajun menyadari bahwa ada yang aneh, baik tentang pikiran maupun fisiknya. Dia bisa mengingat peristiwa tertentu yang seringkali dilakukan oleh saudara-saudara lainnya―kecuali Jina, sebab Hajun memilih untuk menjaga jarak untuk mencegah kemampuan si perempuan kembali―secara tiba-tiba, tanpa diinginkannya, serta lamban laun tersusun seperti puzzle kembali.Terlalu banyak kemungkinan yang terjadi.Sampai suatu hari, Hajun yang saat itu sedang berada di ruang depan, melihat Ryeol―pemilik panti asuhan lain―dan Soyoung berjalan berdampingan setelah melewati pintu panti asuhan. Bukan sekali dua kali dia melihat kedua sosok itu jalan berdampingan, tapi ini adalah pertama kalinya dia melihat mereka berjalan bersama keluar dari pintu panti asuhan itu. Sebab, selama ini dirinya jarang berpapasan dengan mereka.Namun, sanubari Hajun seakan terhunus benda tajam dalam dada.
Kepingan puzzle yang sebelumnya teracak, seketika tersusun rapi.
Hajun melihat dirinya sendiri di masa lalu.
Posisi mereka sama persis dengan pertemuan pertama dia, Hayul, dan kedua sosok tersebut.
Soyoung merapalkan kemampuannya untuk menghilangkan ingatan anak-anak, serta ambisi seorang Ryeol untuk menjadi Raja Vampir III menggunakan anak-anak.
Mereka, mereka berbahaya.
Dia harus menjaga saudara-saudaranya.
"Hajun, Hajun!"Jina berseru dari kejauhan, Hajun yang semula masih berdiam di tempat dengan wajah yang pucat pasi, segera tersadar. Dia menoleh ke arah sang perempuan, dan dia mendapati tubuh perempuan itu juga sama-sama mematung. Memberikan ekspresi yang serupa dengan Hajun―rasa takut dan tidak percaya―kemudian diikuti oleh kedua air mata yang mengalir deras melalui pipi pucatnya."Kau...."
"Jina, jangan mendekat― Jina!"
Terlambat. Baik Hajun dan Jina hanya memiliki jarak dengan radius satu meter. Selama puluhan tahun, dia sudah menjaga jarak dengan si perempuan agar kemampuan figur tersebut tak mengenai dirinya. Namun, tampaknya semua itu telah sia-sia. Kini dia berlari meninggalkan Hajun, yang dipenuhi rasa bersalah karena membiarkan Jina mendengarkan semua isi pikirannya. Sang laki-laki pantas dikata-kata sebab menjadi pribadi yang terlalu bodoh untuk menahan semua.Perempuan itu sudah mengetahui semua, dan Hajun tidak ingin memberikan luka lebih dalam dengan segera menyusulnya. Kejadian tersebut membuat laki-laki itu mengurung diri dalam bangsalnya semalaman. Tanpa bisa memejamkan mata, dan harus segera membicarakan ini kepada Jina keesokan hari agar sang perempuan bisa memahami semua.Sayangnya, pertemuan Hajun dan Jina tentang kemampuan mereka, adalah pertemuan terakhir mereka.Untuk selama-lamanya.Figur pertama yang menemukan adalah Yuwol, yang kembali ke mereka dengan berlumuran darah dan genangan air mata. Luka terbesar yang terjadi selama kehidupannya telah terbentuk dalam sanubari Hajun. Tidak hanya kehilangan sosok saudara, melainkan satu-satunya sosok yang seharusnya bisa seterusnya menjadi bulan di antara mereka. Sesak, terlalu sesak. Bahkan Hajun yang selama ini berusaha berkepala dingin, mulai tak mampu berpikir rasional.Bangsat. Dia tahu siapa pelakunya.Rasa tegang tak berujung di antara teman sekaligus saudara ini, disepakati mereka harus melarikan diri bersama-sama dari 'tempat teraman' yang terasa begitu janggal ini. Insting begitu kuat―meski tidak begitu mengingat―mendorong mereka untuk bekerja sama meninggalkan panti asuhan secara diam-diam. Dengan kemampuan sekarang, mereka tidak bisa mengalahkan sosok Ryeol dan Soyoung.Maka dari itu, mereka berpencar untuk melewati benteng dan para penjaga 'panti asuhan'. Hajun sendiri sekuat tenaga berlari kencang hingga dirinya berakhir di pinggiran distrik terdekat dari panti asuhan. Akan tetapi, fisik sang laki-laki melemah, yang diakibatkan oleh rasa dahaga menyeruak ke seluruh raga. Mental sang laki-laki dalam keadaan tak stabil, sehingga mempengaruhi daya tahan dan kontrolnya terhadap darah manusia yang tercium kuat pada distrik ini. Namun, sebelum Hajun kehilangan kewarasannya, laki-laki tersebut dikejutkan oleh sengatan dari titik buta yang menyebabkan dirinya lantas tak sadarkan diri. Dia dibawa oleh segerombolan orang berbaju hitam, kemudian dibawa menggunakan mobil ke sebuah laboratorium penelitian khusus.Laboratorium khusus itu milik sebuah perusahaan, yang membuat Hajun―dan ternyata, bersama Hayul dan saudara-saudara lainnya―terjebak dan diperlakukan seakan-akan sebagai objek penelitian. Mula-mula, mereka tidak diperlakukan sepantasnya, secara kasarnya. Akan tetapi, suatu hari, seseorang bernama Na Jungmin menghampiri keenam saudara ini bahwa mereka akan diselamatkan dan diberi kehidupan secara layak, termasuk berbaur dengan manusia dan bersekolah di salah satu tempat bernama Salesian Boarding School di daerah Gyeongbuk. Asalkan mereka mau menerima kesepakatan dengan sosok tersebut.Hajun, adalah sosok yang paling terakhir menerima tawaran tersebut.Dia tak ingin memercayai siapapun, selain kelima saudaranya sendiri. Akan tetapi, mereka tidak memiliki pilihan lain. Kehidupan era sekarang didominasi oleh modernisasi yang bahkan tak dipahami oleh mereka, sebab tak pernah sekalipun keluar dari panti asuhan. Di samping itu, ini adalah sebuah kesempatan terakhir.Hajun akan mengubah takdir mereka dengan cara mereka sendiri, termasuk untuk membayar penyesalannya tentang Jina. Dia enggan bernasib tragis dengan pengkhianatan ataupun dimanfaatkan seperti yang sudah menjadi roda kehidupannya selama ini. Maka dari itu, dia berujung menyetujuinya untuk menjadi salah satu murid di Salesian bersama teman-teman termasuk adiknya sendiri, Hayul.Sampai ujung hayat, atau dalam kehidupan selanjutnya, Hajun bersumpah tak akan melupakan luka dalam kehidupannya sebagai sosok Seo Hajun.═════════════════Facts
1. Hajun adalah reinkarnasi dari Lee Dohwa, seorang aristokrat pada masa Raja Vampir I yang berfokus dalam pembelajaran magis vampir dan menjadi kekuatan Raja Vampir I pada masa dahulu. Kembali lahir ketika Raja Vampir II telah menduduki singgasananya menjadi anak pertama dari Penasihat Kerajaan, dan memiliki seorang adik perempuan bernama Hayul.
2, Nama keluarga 'Seo' didapatkan sebagai identitas baru dirinya dan adiknya, Hayul.
3. Seorang fast-learner karena bisa mengerti sesuatu dengan sangat cepat.
4. Salah satu dari vampir yang memiliki kontrol baik dalam menjaga rasa hausnya terhadap darah, tapi paling buruk dalam mengatur suasana hatinya bila sudah terlarut dalam perasaan bersalah. Terutama setelah kematian Jina.
5. Hobi dia mencakup membaca buku dan mengurus bunga.
6. Hajun menyukai musim salju, karena memiliki masa siang yang lebih pendek daripada malamnya. Selain itu, dia sangat menyukai salju.